Sunday, February 11, 2018

Review Movie


Film                             : Alangkah lucunya Negeri Ini
Penulis                        : Musfar Yasin
Produser                     : Zairin Zain
Sinematografi           : Yudi Datau
Tanggal Rilis               : 15 April 2010
Distributor                  : Citra Sinema
Durasi                          : 105 menit
Negara                         : Indonesia

Film Alangkah Lucunya Negeri ini adalah karya anak bangsa, yang menurutku berisi konten menarik dan bagus. Cerita berawal dari seorang sarjana manajemen yang berkeliling tiap perusahaan untuk melamar kerja, namun tak kunjung diterima. Sarjana itu bernama Makmul, saat selesai melamar kerja ia melewati pasar dan memergoki anak kecil mencopet. Muluk mengejarnya dan menangkapnya, ”Heyy enak banget lo nyuri dompet orang! Lo gak sadar orang susah-susah mencari duit tapi lo ambil seenaknya begini!”,ujar Muluk. “Yah, namanya juga pencopet, Bang. Buat makan…” Jawab pencopet itu.

Berkeliling dan belum juga mendapat pekerjaan, si Muluk pergi ke warung makan dan bertemu pencopet itu, dan si pencopet mentraktir makan si Muluk. Akhirnya pencopet itu mengajak ke markasnya dan mengenalkan ke bos besar pencopet. Niat si Muluk adalah menjalin kerjasama dalam manajemen. Banyak pencopet lain tidak seju atas ide si Muluk, tapi ia bersikeras meyakinkan para pencopet. Dengan menawarkan program pemberdayaan pada pencopet, Muluk meminta jatah 10% dari hasil mencopet.

Berlangsung cukup lama, dengan hasil copet yang sudah ia manejemen, berhasil membeli sebuah motor yang digunakan untuk bekerja, dan ia mulai menabungkan uang hasil mencopet itu. Saat itu banyak pencopet yang tidak bisa membaca, karena pencopetnya masih anak-anak dan remaja. Maka dari itu Muluk mengajak sahabatnya si Samsul seorang sarjana pendidikan yang kesehariannya pengangguran dan main gaple. Dengan banyak alasan si Muluk, akhirnya Samsul mau ikut dan mau juga mendidik pencopet. Mulai dari pendidikan membaca dan menulis. Dan akhirnya si Maluk mengajak temannya si Pipit bekerja sebagai guru agama, nahh disini para pencopet mulai belajar agama dan mau mandi, para pencopet mandi hanya saat hujan aja.

Lambat laun para pencopet yang dididik dan dimanajemen oleh Muluk mulai pintar, disini mulai terbesit pemikiran Muluk untuk berdagang asongan agar yang diperoleh hasinya halal. Banyak pencopet yang menolak dan tidak mau mengasong karena hasil yang diterima pastinya sedikit.

Saat itu haji Rahmat ayah Pipit ingin melihat pekerjaan Pipit dan Mahmul, saat perjalanan mengajak kedua orang tua mereka. Saat sampai ke markas haji Rahmat tak menyangka jika yang di didik ialah pencopet, ia merasa bahwa anaknya menipu karena membiayai dengan uang haram.

Saat itu orang tua Muluk dan Pipit kecewa dan akhirnya pergi ke masjid, Muluk, Pipit dan Samsul akhirnya berniat membeli peralatan untuk  ngasong, dan terbeli 6 kotak asongan dan yang dijualnya. Saat itu mereka sudah berhenti untuk mengajari para pencopet. Dan akhirnya hanya beberapa yang mau mengasong dan sisanya mencopet.
Para pengasong banyak sekali rintangan, mulai dari dikejar-kejar dan lari-larian, Muluk melihat anak-anak dikejar-kejar, ia pun marah pada Pamong Praja.
“Lari kalian semua! Ayo tangkap saya! Tangkap saya! Saya yang menyuruh mereka mengasong! Mereka hanya mencari rezeki yang halal dan hanya itu yang mereka bisa!”.
“Ini aturan! Dilarang mengasong dijalanan!”, jawab petugas.
“Kalian merasa tergangggu dengan ulah para pengemis dan pencopet tapi kalian tiadk terganggu dengan ulah para koruptor!?! Seharunya kalian tangkap para koruptor yang sudah memiskinkan negeri ini! Memiskinkan kalian! Memang itu bukan tugas kalian, tapi setidaknya kalian punya rasa belas kasihan! Mereka hanya mencari rezeki yang halal! Biarkan mereka yang miskin mencari rezeki yang halal!”
Akhirnya Muluk ditangkap petugas. Dari kejauhan, anak-anak pengasong terharu menitikkan air mata seiring dengan kepergian mobil yang membawa Muluk pergi.
Fakir miskin dan anak-anak terlantar diperlihara oleh negara
Pasal 34 ayat (I) UUD 1945
Banyak sekali pelajaran yang diambil dari film ini, mulai dari pendidikan, pekerjaan dan kemanusiaan. Film ini mungkin juga sangat direkomendasikan untuk para muda-mudi untuk bersikap jujur, anti korupsi dan juga mengrti bagaimana mencari pekerjaan yang halal. Mungkin para juga tertarik dengan review ini, silakan bisa download dan tonton film ini juga.

#Tantangan #Tantanganke3 #OneDayOnePost #ODOPBatch5
Share: