Sunday, February 18, 2018

Air Terjun Putuk Truno Pasuruan

www.TulisanDeka.tk
Air Terjun Putuk Truno - www.tulisandeka.tk


Air Terjun Putuk Truno

Berangkat dari Surabaya menuju ke air terjun putuk truno bisa dibilang tidak begitu jauh, karena bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam 20 menit. Berlokasi di Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Saat liburan air terjun ini banyak sekali pengunjung yang datang. Saat sekitar jam 8 pagi aku sampai di lokasi. Berjalan ke air terjun sekitar 1Km dari pintu masuk. Saat pertama kali ke air terjun ini jalanannya masih murni tanah dan batuan kerikil, Desember 2017 aku datang lagi tapi jalanan menuju air terjun diperbaiki dan juga lebih bagus dan layak.

Selama perjalanan ke air terjun banyak batu besar yang berada di pinggir jalan, batu besar itu juga bagus untuk spot foto. Ada juga jembatan kecil yang berbelok itu juga bagus untuk mengambil gambar.Tempat wisata air terjun putuk truno ini juga termasuk masih baru dibandingkan air terjun diatasnya, namun benar nyatanya air terjun ini begitu indah dan cantik. Banyak tempat duduk dari batu dan kayu di sepanjang jalan menuju air terjun.

Air terjun putuk truno airnya bersih dan segar, banyak wisatawan yang berkunjung untuk menikmati paronama alam, berswa foto, mandi di air terjun. Sesampai di air terjun di pagi hari masih terlihat indahnya pelangi, hampir setiap hari sekitar pukul 7 s/d 8 pagi pelangi itu masih terlihat jelas.
Air terjun Putuk Truno adalah salah satu kaki gunung Arjuno – Welirang. Jadi di kawasan sekitar banyak juga air terjun yang lain.

 
www.tulisandeka.tk
Air Terjun Putuk Truno - www.tulisandeka.tk


Legenda / Sejarah Air Terjun Putuk Truno
Air Terjun Putuk Truno - www.tulisandeka.tk
Kisah air terjun ini dilatar-belakangi oleh hubungan seorang lelaki dan perempuan yang bernama Joko Taruno dan Sri Gading lestari. Joko Taruno hanyalah orang biasa, sedangkan Sri Gading Lestari merupakan puteri dari Raden Arya Wiraraja, Adipati Madura.
Hubungan Sri Gading Lestari  dengan Joko Taruno tidak mendapat persetujuan dari sang ayah lantaran status Joko Taruno yang hanya orang biasa, bukan dari keturunan raja maupun ratu. Namun, cinta Joko Taruno terhadap kekasihnya cukup dalam, sehingga ia tetap bertekat untuk menjadikannya istri dan tidak mempedulikan apapun yang terjadi.
Raden Arya Wiraraja sadar akan kebulatan tekat Joko Taruno. Sehingga ia menyembunyikan puteri nya di sebuah tempat yang bernama Coban Baung (Di kawasan Purwodadi, Pasuruan). Tak cukup sampai disitu, Raden Arya juga memagari puteri nya dengan kekuatan gaib, dengan tujuan agar tidak dapat di temukan oleh Joko Taruno.
Dengan keyakinan cinta yang dimilikinya, akhirnya Joko Taruno memutuskan untuk bertapa memohon batuan kepada Sang Penguasa Jagad. Ditengah tengah proses bertapa, tubuhnya tiba tiba berubah menjadi seekor ular.
Singkat cerita, Doa Joko Taruna pun dikabulkan. Benteng gaib yang memagari Sri Gading Lestari pun terbuka. Tanpa sepengetahuan sang ayah, Sri Gading Lestari melarikan diri untuk bertemu dengan pujaan hati nya, Joko Taruno. Keduanya bertemu di sebuah air terjun, dan air terjun itulah yang kini dikenal dengan nama Air Terjun Putuk Truno atau Air Terjun Keabadian. Putuk, dalam bahasa Indonesia berarti Ular, dan Truno berasal dari Nama Taruno. Kisah inilah yang melatar-belakangi asal usul nama air terjun tersebut. Sumber : Tabloid Wisata

Tarif Air Terjun Putuk Truno
Tiket Masuk                : Rp. 10.000,-
Parkir sepeda motor    : Rp. 2000,-
Parkir Mobil                : Rp. 5000,-

NB: Hati-hati pungli saat memakirkan motor, saran saya Helm bisa digantungkan di jok motor, karena tukang parkir langsung minta helm untuk dititipkan yang tiap helmnya terkena tarif Rp. 5000,-.


#OneDayOnePost #ODOPBatch5
#Dekabaguschandra #MotivatorTraveler
Share: