Tuesday, January 30, 2018

Hujan Membawa Rindu

Hujan yang tak kunjung reda pada sore itu membuatku gelisah. Jam kuliah sudah habis dan mau menuju asrama jadi tertunda. Kunikmati sebentar air yang turun dari langit dengan bernyanyi hingga mendayu-dayu. menyanyikan lagu berjudul Desember yang dipopulerkan oleh Efek Rumah Kaca buatku merasakan keadaan yang indah penuh resah tapi kubahagia. Saat itu hujan deras mulai menjadi gerimis, memberanikan diri berjalan di rintikan air yang turun dari langit. Dengan bahagia penuh senyuman, berjalan sendiri hingga sampai ke asrama. Lalu menuju ke kamar mengambil handuk dan mandi. Dingin air kran membuatku semakin menggigil, setelah mandi dan mengenakan pakaian kuambil selimut dalam tumpukan pakaian. Sempat kuingat selimut ini diberikan seorang pria di masa laluku saat hujan di perkemahan dulu waktu aku SMA.

Duduk santai di kursi depan asrama sambil meminum kopi dampit asal Malang, dengan penuh kenikmatan aromanya membuat pikiranku tenang. Termenung sendiri dalam kursi aku mengingat kejadian di perkemahan itu dan berandai-andai jika itu terjadi lagi. Ingatan itu sering terlintas dalam pikiranku, momen yang indah jika bisa terulang kembali. Senyuman pria itu menghantui pikiranku, kuberharap manis itu bisa kudapat lagi.

Hari mulai gelap menujukan arah pukul 9 malam. Tiba-tiba ada motor bewarna biru datang dikala derasnya hujan. Terdiam dan bingung mengapa ada orang yang hujan-hujan di malam hari dan menuju asrama ini. Orang itu membuka helm dan sepertinya kumengenalinya, tapi tak mungkin ada disini. Yang kupikirkan ternyata benar, ia adalah pria yang sama diperkemahan waktu itu. Sempat terkejut dan mulai menyapa nya, ia nampak tesenyum dan terlihat membawa sesuatu  yang ada di dalam kantong plastik. Ia membawa martabak dan kebab yang masih hangat untukku yang makanan itu adalah kesukaanku. Kita saling mengobrol dan bercerita tentang masa SMA di perkemahan, saling tertawa dan tersenyum bersama. Ia katakan rindu padaku dan akupun juga merindukannya.

Arah jarum jam menunjukan pukul 12 malam, aku terbangun dalam tidurku dan nyatanya aku tertidur pulas dalam kursi yang ditemani secangkir kopi. Nyatanya semua yang kualami tadi hanyalah anganku yang terbawa hingga menjadi mimpi dalam tidurku. Mungkin diriku terlalu mengaharapkannya. Mulai beranjak dari kursi ke tempat tidur dan melanjutkan tidurku yang terbangun tadi. Aku sempat bertemu dirimu walau hanya sebatas mimpi.


#ODOPBatch5  #OneDayOnePost
#DekaBagusChandra

Share: